Saturday, 31 December 2016
Thursday, 22 December 2016
Selamat Hari Ibu, Ma!
Ibu
Continue reading →
Setiap kali mendengar kata 'Ibu'
Yang langsung tergambar di dalam pikiran adalah sosok wanita super yang sangat kuat
Sosok yang tidak pernah mengenal kata lelah
Yang paling pertama membuka mata di pagi hari
Dan juga menjadi yang terakhir memejamkan mata
Tetapi tidak pernah memperlihatkan kelelahannya
Pernahkah kita sadari?
Pernahkah kita sekedar bertanya apakah dia lelah?
Ibu
Yang selalu bertanya apakah kita sudah makan
Yang dengan ramahnya meminta kita untuk segera makan, padahal tadi pagi kita bertengkar dengannya
Yang rela untuk tidak makan karena belum melihat anaknya makan makanan masakannya
Tetapi ternyata kita mengabaikannya
Semudah mengucapkan 'aku udah makan di luar' 'aku capek, mau tidur aja' 'ah, aku lagi ga mood makan itu' 'aku lagi ga nafsu makan' dan sebagainya
Pernahkah kita sadari?
Waktu yang telah dia korbankan hanya untuk menunggu kita pulang?
Rasa sakit hati yang dipendam karena kita ternyata mengabaikannya?
Tetapi dia tetap tersenyum.
Ibu
Yang selalu khawatir apabila hari sudah malam dan kita belum pulang
Yang selalu menanyakan kabar kita sedang dimana dan kapan pulang
Yang selalu berdoa agar semua kemungkinan buruk yang dapat terjadi kepada diri kita adalah mustahil
Tapi ternyata?
Kita justru sedang asik dengan dunia kita
Asik dengan teman-teman kita, mengabaikan pesan dan telepon dari ibu kita karena kita anggap mengganggu
Pernahkah kita sadari?
Selelah apa ibu kita sepanjang hari mengurus rumah?
Sebanyak apa rasa kantuk yang dia punya?
Tetapi dia tetap menunggu.
Ibu
Sosok yang selalu siap melayani kita di saat kita jatuh sakit
Selalu bersedia memenuhi segala keinginan kita
Selalu memberikan senyuman di wajahnya sembari merawat kita
Selalu datang segera setelah kita memanggilnya, tidak peduli sepenting apa kegiatan yang sedang dilakukan
Selalu menenangkan kita, berkata bahwa semua akan baik-baik aja, semua akan kembali normal
Padahal, hatinya sendiri juga bergejolak di dalam ketidaktahuan dan ketidakpastian memikirkan apakah ini akan baik-baik saja, apakah ini akan kembali normal
Dia pun sudah tidak peduli tentang merawat dirinya
Karena baginya, kita adalah segalanya
Sadarkah kita?
Dibalik senyuman yang selalu diberikannya, ada tangisan histeris dibalik doa-doa yang dia panjatkan
Ada permohonan kepada Tuhan agar dirinya bertukar posisi dengan kita
Karena dia tidak tega melihat kondisi kita
Pernahkah terbayang oleh kita?
Bagaimana keadaannya apabila doa tersebut dikabulkan?
Apabila kondisi kita yang sakit ditukar dengan ibu kita yang semakin renta dan rapuh?
Yakinkah kita bisa semampu ibu kita untuk merawatnya apabila doa tersebut dikabulkan?
Lelah sehabis pergi main saja kita mengeluh
Pernahkah terbayangkan oleh kita, lelah yang menumpuk di diri ibu kita demi merawat kita hingga sembuh?
Dan yang lebih parahnya lagi
Setelah kita sembuh, kita bahkan tidak mengucapkan terimakasih sedikitpun
Kita langsung asik dengan kegiatan kita, melupakan ibu kita begitu saja
Melupakan segala upaya yang telah diberikan
Yang belum tentu bisa kita lakukan apabila kondisi telah berbalik
Tapi pernahkah ibu kita protes?
Sayangnya, dia tidak pernah protes.
Ibu
Sosok manusia paling tulus yang pernah ada
Walau tidak pernah mendapat balasan (bahkan tidak pernah mengharapkan balasan), tetapi dirinya selalu memberi
Entah rasa kasih sayang seorang ibu itu sebesar apa
Aku tidak bisa membayangkannya
Satu sosok ibu bisa merawat seisi rumah
Namun seisi rumah belum tentu bisa merawat sesosok ibu
Ah, jika untuk membahas jasa seorang ibu saja, ku rasa sepanjang apapun lahan kosong untuk menulis tetap tidak akan cukup
Karena jasanya memang sebanyak itu, tidak terhingga
Sama dengan kasih sayangnya, tidak terhingga
Sudahkah kita membalas jasa ibu kita?
Sudahkah kita berterima kasih kepada ibu kita?
Selamat Hari Ibu, Ma.
Aku sayang Mama.
:)
Tuesday, 6 December 2016
A Note from a Girl whose Plans are Burned
When you have all this plans and within a second you have to burn it all. Reality hit you. It hit even harder when it all happens not because you 'fail' to do it, but the situation makes you not to do it at the very first place while you really want it and you can’t do anything about it. And what screws me up most is the picture in my head of how it is supposed to be.
How it is supposed to be.
“Things didn’t go the way you planned, but that doesn’t mean you lose hope. Stay positive and stay focused”
I tried. But it’s just...it's not that easy to stay positive all the time, to let things go, especially when you thought you still had a chance; but you’re not. Always trying not to shed a tear by always smiling, laughing, etc; but you know it doesn’t work everytime. Stay strong is a must, but trying to look so strong in front of anyone is hard when you still have the struggle.
Sorry for being this fragile. I’ve tried to just keep it in mind but you know everyone has this kind of time when you just…you just can’t hold it and you have no idea what to do.
Of course, I learn a thing, and it gives me a wider view. Just believing in God and myself and that it just need a little bit more to survive and then I can face it all. Always trust God's plans are always better :)
Continue reading →
How it is supposed to be.
“Things didn’t go the way you planned, but that doesn’t mean you lose hope. Stay positive and stay focused”
I tried. But it’s just...it's not that easy to stay positive all the time, to let things go, especially when you thought you still had a chance; but you’re not. Always trying not to shed a tear by always smiling, laughing, etc; but you know it doesn’t work everytime. Stay strong is a must, but trying to look so strong in front of anyone is hard when you still have the struggle.
Sorry for being this fragile. I’ve tried to just keep it in mind but you know everyone has this kind of time when you just…you just can’t hold it and you have no idea what to do.
Of course, I learn a thing, and it gives me a wider view. Just believing in God and myself and that it just need a little bit more to survive and then I can face it all. Always trust God's plans are always better :)
Saturday, 3 December 2016
Welcome December!
Welcome, December.
You're the last in this year.
You're also my most favorite month.
Before I face a blank new year, please, be nice.
I've been through a lot this year.
I need something that can brighten me.
I want to end this year beautifully.
With no more tears, regrets, and other sad things.
So, December, once again
Be nice, please.
Continue reading →
You're the last in this year.
You're also my most favorite month.
Before I face a blank new year, please, be nice.
I've been through a lot this year.
I need something that can brighten me.
I want to end this year beautifully.
With no more tears, regrets, and other sad things.
So, December, once again
Be nice, please.
Monday, 28 November 2016
Kepanitiaan makes you crazy
Another month passed, and still with no post posted. Shame :(
Alasan utama yang membuat gue tidak menjalankan rencana sebagaimana mestinya adalah: Kepanitiaan
Kepanitiaan yang lagi gue jalanin bener-bener ngebuat gue memanfaatkan waktu sedikit apapun untuk tidur, bukan nulis. Padahal ada sangat banyak hal yang ingin gue ceritakan:(
Semoga akhir-akhir ini walau masih ada satu kepanitiaan yang pasti, tapi masih ada waktu kosong yang bisa gue pakai untuk nulis ya....
Continue reading →
Alasan utama yang membuat gue tidak menjalankan rencana sebagaimana mestinya adalah: Kepanitiaan
Kepanitiaan yang lagi gue jalanin bener-bener ngebuat gue memanfaatkan waktu sedikit apapun untuk tidur, bukan nulis. Padahal ada sangat banyak hal yang ingin gue ceritakan:(
Semoga akhir-akhir ini walau masih ada satu kepanitiaan yang pasti, tapi masih ada waktu kosong yang bisa gue pakai untuk nulis ya....
Saturday, 1 October 2016
One Month with No Post. Shame!
Hhhhh.
Dulu gue janji dan bertekad akan muali rajin nulis lagi. Tapi ternyata, awal-awal semester 3 ini so crazy. So many activities I can't even sleep more than 3 hours each day and can't have a free time.
So much activities, so little time to post something here
I'm ashamed.
And I'm so sorry, akan diusahakan bisa meluangkan waktu, tapi kuis-kuis berderet ada di depan mata ku aja bingung harus memulai mempersiapkan kuis-kuis itu gimana :")
Ku akan mencoba menceritakan kegiatan apa aja sih yang khansa lakuin sampai sebulan kemaren ga sempet nulis lagi di sini.
Stay tune!
xx
Monday, 29 August 2016
Another Site!!!
Halo!
Gue disini cuma mau ngasih tau kalo gue bikin another blog!!
Buat apa? Blog itu isinya adalah my random thoughts/fantasy (but it can possibly be a deep thought sometimes), apapun yang sedang ingin gue tulis, bisa berdasarkan pengalaman dan apa yang sedang gue rasakan, ataupun murni random thought! Dan di sana gue belajar untuk 'write beautifully' (if you know what I mean hehe). Jadi, maaf kalo ada beberapa kata yang terlihat cheesy atau berlebihan, mohon maklum aku sedang belajar dan sedang berusaha banyak membaca sebagai referensi!
Beberapa post awal di sana adalah post-post lama disini. Post lama itu akan gue hapus di blog ini hehe
I'm in process of learning, jadi kalo ada masukan please kindly say it to me!!!! :-)
Happy reading and enjoy!!!
Here's the site:
cupofwarmtea.blogspot.com
Continue reading →
Gue disini cuma mau ngasih tau kalo gue bikin another blog!!
Buat apa? Blog itu isinya adalah my random thoughts/fantasy (but it can possibly be a deep thought sometimes), apapun yang sedang ingin gue tulis, bisa berdasarkan pengalaman dan apa yang sedang gue rasakan, ataupun murni random thought! Dan di sana gue belajar untuk 'write beautifully' (if you know what I mean hehe). Jadi, maaf kalo ada beberapa kata yang terlihat cheesy atau berlebihan, mohon maklum aku sedang belajar dan sedang berusaha banyak membaca sebagai referensi!
Beberapa post awal di sana adalah post-post lama disini. Post lama itu akan gue hapus di blog ini hehe
I'm in process of learning, jadi kalo ada masukan please kindly say it to me!!!! :-)
Happy reading and enjoy!!!
Here's the site:
cupofwarmtea.blogspot.com
Sunday, 24 July 2016
Being responsible
Sekitar 2 jam yang lalu, Nael dan ayahnya datang ke rumah gue. Mungkin ini kunjungan terakhirnya di bulan, atau bahkan tahun ini karena Nael besok udah harus balik ke Jakarta karena dia pindah kuliah di UI.
Continue reading →
Ya, dia emang udah sering banget dateng ke rumah dengan tujuan "mau ngejenguk". Yes, some of you may have known what happened between me and him, especially me.
Tapi disini bukan masalah apa yang terjadi waktu itu yang bakalan gue bahas, tapi apa yang terjadi setelahnya.
Yes, it's almost been 3 months.
Dengan segala macam hal yang terjadi selama hampir 3 bulan ini, gue bakalan fokus bahas tentang Nael sekarang. Ya, kejadian yang gue alamin waktu itu emang terjadi barengan sama dia, karena emang gue dibonceng sama dia pake motor gue.
"Sa, maafin gue ya gue banyak banget salah ke lu"
Itu kalimat yang sering banget dia ucapin sejak kejadian itu yang bahkan gue sampe kesel sendiri lol bukan karena apa apa, tapi emang dia ga harus minta maaf terus. Bagi gue, sekali minta maaf udah cukup sebagai formalitas aja. Karena perilaku dia ke gue sejak kejadian itu pun bahkan bikin gue yang mau minta maaf ke dia karena ngerepotin mulu.
Tanggung jawab.
Itu mungkin yang banyak dibahas dan dipertanyakan sama orang-orang temen-temen gue. Nih jawabannya:
Dia sangat bertanggung jawab.
Ini bukan kebohongan atau cuma buat ngebaik-baikin dia. Tapi dia beneran bertanggung jawab. Gue aja sampe heran ternyata dia se-tanggung jawab itu, dibalik sifatnya yang lemot, odong, super ngaret, dll lol sorry to say Nel tapi kita sekelas 2 semester ini jadi ya keliatan banget sifat lu lol.
Kalo denger kata 'tanggung jawab' tentang kejadian ini pasti kebanyakan mikir tanggung jawab secara materi. Tapi sebenernya, bukan selalu materi yang dijadikan wujud tanggung jawab.
Kata ibu gue, bentuk tanggung jawab yang diberikan sama Nael itu adalah apa yang ibu gue sebut 'tanggung jawab moral'. Dan kata beliau, itu yang paling utama. Let's say kalo tanggung jawab materi itu secara kasarnya berarti Nael ngasih ke keluarga gue sejumlah uang yang dipakai selama gue dirawat, dan udah, itu aja. That's not it. Bukan itu yang dibutuhkan.
What he gave as his responsibility is MORE than that.
Dan gue rasa, bukan materi juga yang dibutuhkan gue dan keluarga gue sebagai bentuk tanggung jawab. And he prove it.
Karena di ruang 'isolasi' itu emang gaboleh ada yang masuk kecuali pas jam makan atau nyuri waktu buat ketemu gue jadi gue cuma bisa tau kejadian apa yang terjadi di luar ruangan dari cerita ibu gue.
Kata ibu gue, sepanjang gue dibawa ke rumah sakit A dan abis itu ke rumah sakit B, pokoknya pas dia udah/lagi sama ibu gue itu dia nangis (sorry Nel gue ga bermaksud bikin lu terlihat cengeng-_-) dan bahkan ibu gue yang awalnya nahan marah ke dia (i think it's every single mom would do, right? marah ke orang yang secara ga langsung/ga langsung bikin anaknya jadi kayak gini) jadi kasian dan ngejadiin dirinya buat jadi senderan ke Nael karena (kata ibu gue) dia sesedih dan separah itu nangisnya sampe pucet katanya saking nangis dan saking takutnya ngeliat keadaan gue pas di ambulance dan pas mereka nunggu di luar ruangan gue. Gue pas pertama kali dengernya, gue langsung terenyuh banget dan yaampun pokoknya gue jadi antara terharu dan nahan nangis dengernya dan kaget wow dia ternyata punya sisi kayak gitu dan berani ngungkapin ekspresinya.
Selain itu, dia nelpon orang tuanya buat ngasih tau apa yang terjadi. Menurut gue, itu bukti bahwa dia emang berani dan tanggung jawab, bukan pengecut yang 'takut makin dimarahi' dan akhirnya dipendem aja sendiri gitu biar keluarganya gatau.
Selain itu juga, dia selalu izin dan nawarin dan selalu mau nemenin ibu gue di rumah sakit entah semaleman atau sampe malem banget gitu di waktu-waktu dia yang kosong (ya karena praktikum dan yang lainnya masih ada). Waktu itu emang karena guenya di ruang 'isolasi' (atau apasi namanya somebody kasitau dong gue gatau istilah-istilah ruangan di rumah sakit-_-) yang emang harus steril jadi ibu gue nungguinnya di luar, di pinggir-pinggir koridor sana, bertemu sama dinginnya angin Malang apalagi di malam hari. Dan Nael selalu nanya "Tante, aku boleh ikut nemenin Khansa ga?" walau dia tau dia gabisa ketemu gue dan dengan maksud mau nemenin ibu gue juga, entah katanya waktu itu dia sambil ngerjain apa gitu.
Pas gue udah pulang tapi hanya bisa tergeletak di kasur/sofa, Nael berkunjung hampir tiap hari kayaknya, pokoknya sering banget. Hal yang paling gue inget adalah waktu itu dia sama Hans dan Chavia nyempetin dateng ke rumah sekitar Maghrib, padahal jam 18.30 mereka ada presentasi sebagai (istilahnya) ujian praktikum Mikum. Mereka pun dateng ke sini, duduk di sebelah kasur gue sambil sibuk di laptop masing-masing dan sibuk latihan ngomong. Ngga, bukan masalah gue dikacangin, tapi yang mau gue kasihtau adalah bagaimana mereka sepeduli itu sama gue sampe nyempetin waktu sibuknya cuma buat nemenin gue walau itu cuma bentar banget karena jam 18.15 mereka udh harus ke kampus :')
Nael selalu nanyain kondisi motor gue pasca kejadian itu, atau nanya laptop, atau fisik gue ada yang luka-luka lainnya atau ngga. Padahal gue selalu jawab ga kenapa-kenapa, masalah motor/laptop pun juga ngga masalah. Malahan kacamata dia yang hilang (atau ada tapi rusak terus dibuang idk) yang bikin penglihatan dia jadi masalah dong ya. Dan selalu bilang ke gue dan ibu gue "kalo ada apa-apa atau ada yang rusak bilang aja" padahal emang udah dijawab dari dulu kalo gaada yang rusak.
Nael pun ngebawain gue fotokopian catetan punya anak yang emang rajin nyatet di kelas dari semua matkul dan itu super tebel. Ngga cuma ngasih, dia pun di beberapa kunjungannya sama Chavia, juga ngajarin gue materi-materi yang gue ketinggalan selama 3 minggu full. Ya walau gue tau mereka sendiri juga belum begitu paham (karena gue kalo jadi mereka juga gamungkin bisa paham secepet itu apalagi kunjungannya dadakan) jadi jelasinnya juga terbata-bata, tapi gue sangat terharu sama usaha mereka ngajarin gue karena UAS udah di depan mata waktu itu :')
Karena waktu itu gue harus ninggalin satu praktikum yang sebenernya harusnya ribet buat ngurusnya, tapi dia bener-bener ngurusin semuanya bahkan dia yang ngebikinin laporan gue dengan bikin grafik dibantu Chavia (praktikum yang gue tinggalkan adalah praktikum 'puncak' yang bener-bener ribet katanya...) dan Nael juga yang ngumpulin laporannya jadi gue tinggal nerima laporan yang udah dinilai.
Dia tau gue udah ada rencana dari dulu mau ikut kepanitiaan OPJH (Orientasi Pengenalan Himpunan dan Jurusan/OPJH), dan sayangnya kejadian gue terjadi di minggu-minggu open recruitment so gue gabisa ikut screening dan gajadi panitia. Dan info yang gue dapet adalah Nael cerita tentang kemauan gue ikut OPJH itu entah ke SC atau pak kapelnya dan bener aja setelah itu gue dirundingkan sama 'petinggi-petinggi' OPJHnya yang berakhir gue dibolehkan langsung ikut mereka kalo kondisi gue udah fit karena mereka menyiapkan satu tempat kosong buat gue. OMG gue pas dikasih kabar sama si Noval sang kapel, gue langsung terharu dan semangat buat sembuh!!! (alasan gue biar semangatnya aneh ya-_-) tapi berakhir dengan keputusan gue kalo gue gabisa ikut mereka nyiapin OPJH (keputusannya gue bulatkan beberapa hari yang lalu pas gue udah mulai nyoba beraktivitas kayak biasa), dengan alasan-alasan tertentu yang tentunya udah gue pikirkan dengan baik. Maaf ya Noval aku tidak bisa memenuhi keinginanmu, tapi terimakasi banyak udah ngasih gue kesempatan yang gue rasa jarang ada ini.
Dia juga yang ngurus surat-surat izin gue selama kuliah atau setidaknya TA-in gue pokoknya biar gue gaada masalah di presensi dan bisa ikut UAS. Bahkan kayaknya dia sering mintain nomer dosen di grup kayaknya buat ngasitau atau apalah tentang kondisi gue kalo misal ada kuis yang mau diadain (gue belum klarifikasi sih tentang ini tapi ya tanpa ikut kuis tapi nilai gue bisa aman loh).
Kalo ada tugas-tugas dari dosen yang berupa makalah/artikel, dia selalu bilang "Gue aja yang kerjain" tapi selalu gue tolak karena gue masih mau berusaha ngerjain tugas-tugas yang emang masih bisa gue lakuin di rumah, jadi hanya berakhir dengan gue nitip print dan nitip kumpulin lewat dia.
Ternyata kalo di tiap kunjungan terus ada Chavia yang dadakan ngajak belajar, ternyata itu hasil ajakan Nael sebelum dateng ke rumah (karena Nael pun ga ngerti apa materinya karena lagi sibuk/abis fokus belajar SBMPTN Soshum jadi gapernah merhatiin dosen makanya minta tolong Chavia).
Pas lagi minggu-minggu UAS, gue emang ngumpulnya sama temen-temen main gue yang cewe (yang sekelas pas semester 1), tapi sekalinya Nael ngeliat gue kalo lagi duduk-duduk gitu dia selalu nyamperin dan nanyain kabar, nanyain gimana bisa ngerjainnya atau engga, dll.
Dia selalu sempet ngechat nanyain kabar, atau nanya bisa dikunjungi atau engga, minta maaf pas mau puasa, minta maaf pas lebaran, selalu salam ke keluarga gue, dll dll.
Bahkan kata temen-temen gue, selama kuliah yang 3 minggu gue ga masuk itu, dia selalu cerita segimana gaenaknya dia ke gue, khawatir, dll dll sampe si Hans bilang "dia udah kayak pacar lu" OMG gue bener-bener berasa punya pacar #hah. Ngga, ngga, bercanda doang
Oh, dan pas tadi dia dateng ke sini, dia pun masih sempet nanya "ada masalah sama tugas atau absen ngga? Nilainya gimana? IP?" di waktu liburan semester ini yang bahkan harusnya ya gausah ditanyain karena kalo gue ada masalah kan harusnya terjadi sebelum nilai keluar hahaha.
Dan masih banyak hal lain yang dia lakukan. Bagi gue, dia udah sangat bertanggung jawab bahkan sampe gue ngerasa gaenak udah nyita waktunya dia buat main atau ngurus urusan BEM dll cuma buat ke rumah gue.
Jadi, emang gaada alasan buat kesel ke dia. Untungnya, dari awal emang gue ngga kesel ke dia. Kalo gue sempet kesel, yang ada sekarang gue nyesel banget pernah ngerasa gitu.
Lagian, gimana gue mau kesel. Dia lho temen kalo main, temen sesama lemot di kelas, temen sesama ngaret dan deadliners sejati, juga temen nyari makan barengan anak-anak kelas lainnya (karena jadwal kelas inggris ini berbeda jauh sama temen main yang biasanya jadi sehari-hari ya sama Nael dan beberapa anak lainnya).
Dan usaha dia selama ini gapernah merhatiin dosen ngga sia-sia!! Dia lolos Akuntansi UI!!!! Congratulation! Akhirnya lu gaperlu capek-capek begadang ngerjain laporan dan ngelaksanain praktikum-praktikum lol.
Dan gausah minta maaf lagi ya Nel, gue gapernah merasa lu ada salah sama gue. Gue ingetin lagi, kejadian itu adalah musibah yang terjadi ke kita berdua, jadi kita sama-sama korban. Makanya gausah minta maaf terus. Semua kegiatan dan hal-hal yang harus gue relain itu, yang mungkin salah satunya adalah keinginan gue dari dulu yang ternyata harus gue relain, adalah karena gue, bukan karena lu. Semua hal yang berkaitan sama gue setelah kejadian itu adalah tetap tanggung jawab gue, bukan tanggung jawab lu. So, stop blaming yourself :-)
(Dan bahkan gue denger cerita dari temen gue, Nael cerita ke dia kalo dia makin ngerasa gaenak ke gue karena dia jadi ngambil UInya dan ninggalin Malang. OMG Nael you're so......)
Tuesday, 12 July 2016
Start writing again!
Wow, it's been years since I posted something here. I didn't even write 1 post since I started college (yes college life is REALLY kill you, bahkan di saat menjadi maba yang dikira masih bisa sering santai, terutama kalo lo ngambil jurusan yang banyak praktikumnya #cry).
A lot of things happened
and I think it's not a bad idea to post what I've been through until now here.
So I decide to start writing here again yeay!!! (of course akan diusahakan supaya ada waktu luang buat nulis)
Why? because it's a waste if something memorable goes on in your life and you just let it being kept in your brain. Berhubung gue pelupa, gue takut suatu saat lupa akan suatu hal yang berharga ini. Dan berhubung gue suka ngebacot (dalam tulisan of course), gaada salahnya kan nulis lagi. Gue pun suka di saat gue baca kenangan-kenangan yang gue tulis sendiri karena jadi bisa bernostalgia (yes i read my older posts and it's SO cheesy i can't stop laughing at my own writing tapi karena kebanyakan itu ditulis saat lagi jatuh cinta, jadi, ya. . . .)
But I delete so many posts (for my personal reason) before start writing again so jangan kaget kalau terakhir post itu sudah sangat lama. And yes, jangan kaget juga sama beberapa post awal kalo isinya 'ga banget' karena blog ini dan post-post itu adalah tuntutan ujian praktik jaman SMP.
Gue tetap menggunakan layout ini (walau terlihat sangat ga banget buat dijadiin blog pribadi) karena mau menghargai serta agar tetap bisa melihat usahaku (85% usaha kakak sih) dalam menciptakan nilai bagus saat SMP ok.
So, that's all. Happy reading!
note: Jangan capek dan bosen kalo isi postnya nanti bakal panjang banget banget banget karena gue kalo udah ngetik suka gabisa berhenti dan suka nulis sedetail mungkin.
