Saturday, 31 December 2016

Thank you, 2016!

0 comments

[366/366]

My 2016 in one picture. This picture says it all.

Lembar pertama (katanya) setelah kejadian Mei lalu, disusul dgn berlembar2 hasil CT scan selanjutnya selama 2 bulan setelahnya. Apa yang terjadi dibalik gambar inilah yg penting.
Banyak hal yg baru pertama kali gue hadapi yg bahkan gue ga nyangka bisa ngalamin itu semua hanya dalam range waktu sesingkat taun 2016 ini (entah urusan kepanitiaan/organisasi kuliah, juga termasuk pingsan, dirawat di RS, (bahkan) diinfus, dijait, dsb; gue kira bakalan ngalamin ginian pertama kali nanti pas suatu saat gue akan melahirkan(?) Lol😂, dan hal lainnya).
Semangat sembuh--pasrah--semangat--repeat, diliputi rasa kangen bisa 'senyum normal' & minder pas ngaca/kl ada yg memperhatikan (bcs you-know-why, yg jd alasan jg knp berkacamata pdhl ga min) selalu gue rasakan. 
Disini juga ngerasain banyak bgt pengorbanan; wish list/rencana kecil apa aja yg terpaksa hrs gue coret, dari yg awalnya ga rela & iri sama yg bisa ngejalanin itu sampe akhirnya bener-bener belajar ikhlas; atau juga pengorbanan lainnya.
((Juga ninggalin beberapa amanah di tengah2 perjalanan:( ))
Tapi disisi lain, gue merasakan BANYAK BANGET kebahagiaan, hal/kenalan baru, & kejutan di tahun ini yang gue rasa gaakan pernah terjadi kalo hal kayak gini ga terjadi di diri gue.
Semua hal emang ada hikmahnya. Pengalaman-pengalaman yg gue dapetin di taun ini bener2 ngubah pandangan & cara gue dalam menjalani hidup.
Intinya, terimakasi BANYAK buat semua orang (terutama keluarga❤) yang selalu ada di sisi gue dan (secara lgsg/ngga lgsg) ngesupport gue di kondisi terbawah gue❤ (gaakan lupa cara kalian ngedongengin gue materi UAS tiap hari & ngelarang gue bikin tugas/laporan yg tertinggal (dan kalian yg ngurus😂), ngelarang baca ppt/nulis krn tau gue wkt itu emg gabisa apa2 tuh adalah hal yg mungkin menurut kalian kecil tapi itu bener2 bikin gue terharu😂)
"Allah menguji takkan pernah di luar kemampuan hambaNya"
Alhamdulillah, dipercaya mampu melalui dan menjalani ini semua, jadi jgn sampai mengecewakan kepercayaanNya😊
2016 is too short to learn all I've got. But, 2017, please be kind😊
(Last post 2016 gpp ya bikin cerpen ✌)

Continue reading →
Thursday, 22 December 2016

Selamat Hari Ibu, Ma!

0 comments
Ibu
Setiap kali mendengar kata 'Ibu'
Yang langsung tergambar di dalam pikiran adalah sosok wanita super yang sangat kuat
Sosok yang tidak pernah mengenal kata lelah
Yang paling pertama membuka mata di pagi hari
Dan juga menjadi yang terakhir memejamkan mata
Tetapi tidak pernah memperlihatkan kelelahannya
Pernahkah kita sadari?
Pernahkah kita sekedar bertanya apakah dia lelah?

Ibu
Yang selalu bertanya apakah kita sudah makan
Yang dengan ramahnya meminta kita untuk segera makan, padahal tadi pagi kita bertengkar dengannya
Yang rela untuk tidak makan karena belum melihat anaknya makan makanan masakannya
Tetapi ternyata kita mengabaikannya
Semudah mengucapkan 'aku udah makan di luar' 'aku capek, mau tidur aja' 'ah, aku lagi ga mood makan itu' 'aku lagi ga nafsu makan' dan sebagainya
Pernahkah kita sadari?
Waktu yang telah dia korbankan hanya untuk menunggu kita pulang?
Rasa sakit hati yang dipendam karena kita ternyata mengabaikannya?
Tetapi dia tetap tersenyum.

Ibu
Yang selalu khawatir apabila hari sudah malam dan kita belum pulang
Yang selalu menanyakan kabar kita sedang dimana dan kapan pulang
Yang selalu berdoa agar semua kemungkinan buruk yang dapat terjadi kepada diri kita adalah mustahil
Tapi ternyata?
Kita justru sedang asik dengan dunia kita
Asik dengan teman-teman kita, mengabaikan pesan dan telepon dari ibu kita karena kita anggap mengganggu
Pernahkah kita sadari?
Selelah apa ibu kita sepanjang hari mengurus rumah?
Sebanyak apa rasa kantuk yang dia punya?
Tetapi dia tetap menunggu.

Ibu
Sosok yang selalu siap melayani kita di saat kita jatuh sakit
Selalu bersedia memenuhi segala keinginan kita
Selalu memberikan senyuman di wajahnya sembari merawat kita
Selalu datang segera setelah kita memanggilnya, tidak peduli sepenting apa kegiatan yang sedang dilakukan
Selalu menenangkan kita, berkata bahwa semua akan baik-baik aja, semua akan kembali normal
Padahal, hatinya sendiri juga bergejolak di dalam ketidaktahuan dan ketidakpastian memikirkan apakah ini akan baik-baik saja, apakah ini akan kembali normal
Dia pun sudah tidak peduli tentang merawat dirinya
Karena baginya, kita adalah segalanya
Sadarkah kita?
Dibalik senyuman yang selalu diberikannya, ada tangisan histeris dibalik doa-doa yang dia panjatkan
Ada permohonan kepada Tuhan agar dirinya bertukar posisi dengan kita
Karena dia tidak tega melihat kondisi kita
Pernahkah terbayang oleh kita?
Bagaimana keadaannya apabila doa tersebut dikabulkan?
Apabila kondisi kita yang sakit ditukar dengan ibu kita yang semakin renta dan rapuh?
Yakinkah kita bisa semampu ibu kita untuk merawatnya apabila doa tersebut dikabulkan?
Lelah sehabis pergi main saja kita mengeluh
Pernahkah terbayangkan oleh kita, lelah yang menumpuk di diri ibu kita demi merawat kita hingga sembuh?
Dan yang lebih parahnya lagi
Setelah kita sembuh, kita bahkan tidak mengucapkan terimakasih sedikitpun
Kita langsung asik dengan kegiatan kita, melupakan ibu kita begitu saja
Melupakan segala upaya yang telah diberikan
Yang belum tentu bisa kita lakukan apabila kondisi telah berbalik
Tapi pernahkah ibu kita protes?
Sayangnya, dia tidak pernah protes.

Ibu
Sosok manusia paling tulus yang pernah ada
Walau tidak pernah mendapat balasan (bahkan tidak pernah mengharapkan balasan), tetapi dirinya selalu memberi
Entah rasa kasih sayang seorang ibu itu sebesar apa
Aku tidak bisa membayangkannya

Satu sosok ibu bisa merawat seisi rumah
Namun seisi rumah belum tentu bisa merawat sesosok ibu

Ah, jika untuk membahas jasa seorang ibu saja, ku rasa sepanjang apapun lahan kosong untuk menulis tetap tidak akan cukup
Karena jasanya memang sebanyak itu, tidak terhingga
Sama dengan kasih sayangnya, tidak terhingga

Sudahkah kita membalas jasa ibu kita?
Sudahkah kita berterima kasih kepada ibu kita?

Selamat Hari Ibu, Ma.
Aku sayang Mama.
:)
Continue reading →
Tuesday, 6 December 2016

A Note from a Girl whose Plans are Burned

0 comments
When you have all this plans and within a second you have to burn it all. Reality hit you. It hit even harder when it all happens not because you 'fail' to do it, but the situation makes you not to do it at the very first place while you really want it and you can’t do anything about it. And what screws me up most is the picture in my head of how it is supposed to be. 
How it is supposed to be.
Things didn’t go the way you planned, but that doesn’t mean you lose hope. Stay positive and stay focused
I tried. But it’s just...it's not that easy to stay positive all the time, to let things go, especially when you thought you still had a chance; but you’re not. Always  trying not to shed a tear by always smiling, laughing, etc; but you know it doesn’t work everytime. Stay strong is a must, but trying to look so strong in front of anyone is hard when you still have the struggle.
Sorry for being this fragile. I’ve tried to just keep it in mind but you know everyone has this kind of time when you just…you just can’t hold it and you have no idea what to do.
Of course, I learn a thing, and it gives me a wider view. Just believing in God and myself and that it just need a little bit more to survive and then I can face it all. Always trust God's plans are always better :)
Continue reading →
Saturday, 3 December 2016

Welcome December!

0 comments
Welcome, December.
You're the last in this year.
You're also my most favorite month.
Before I face a blank new year, please, be nice.
I've been through a lot this year.
I need something that can brighten me.
I want to end this year beautifully.
With no more tears, regrets, and other sad things.
So, December, once again
Be nice, please.
Continue reading →