Thursday, 22 December 2016

Selamat Hari Ibu, Ma!

0 comments
Ibu
Setiap kali mendengar kata 'Ibu'
Yang langsung tergambar di dalam pikiran adalah sosok wanita super yang sangat kuat
Sosok yang tidak pernah mengenal kata lelah
Yang paling pertama membuka mata di pagi hari
Dan juga menjadi yang terakhir memejamkan mata
Tetapi tidak pernah memperlihatkan kelelahannya
Pernahkah kita sadari?
Pernahkah kita sekedar bertanya apakah dia lelah?

Ibu
Yang selalu bertanya apakah kita sudah makan
Yang dengan ramahnya meminta kita untuk segera makan, padahal tadi pagi kita bertengkar dengannya
Yang rela untuk tidak makan karena belum melihat anaknya makan makanan masakannya
Tetapi ternyata kita mengabaikannya
Semudah mengucapkan 'aku udah makan di luar' 'aku capek, mau tidur aja' 'ah, aku lagi ga mood makan itu' 'aku lagi ga nafsu makan' dan sebagainya
Pernahkah kita sadari?
Waktu yang telah dia korbankan hanya untuk menunggu kita pulang?
Rasa sakit hati yang dipendam karena kita ternyata mengabaikannya?
Tetapi dia tetap tersenyum.

Ibu
Yang selalu khawatir apabila hari sudah malam dan kita belum pulang
Yang selalu menanyakan kabar kita sedang dimana dan kapan pulang
Yang selalu berdoa agar semua kemungkinan buruk yang dapat terjadi kepada diri kita adalah mustahil
Tapi ternyata?
Kita justru sedang asik dengan dunia kita
Asik dengan teman-teman kita, mengabaikan pesan dan telepon dari ibu kita karena kita anggap mengganggu
Pernahkah kita sadari?
Selelah apa ibu kita sepanjang hari mengurus rumah?
Sebanyak apa rasa kantuk yang dia punya?
Tetapi dia tetap menunggu.

Ibu
Sosok yang selalu siap melayani kita di saat kita jatuh sakit
Selalu bersedia memenuhi segala keinginan kita
Selalu memberikan senyuman di wajahnya sembari merawat kita
Selalu datang segera setelah kita memanggilnya, tidak peduli sepenting apa kegiatan yang sedang dilakukan
Selalu menenangkan kita, berkata bahwa semua akan baik-baik aja, semua akan kembali normal
Padahal, hatinya sendiri juga bergejolak di dalam ketidaktahuan dan ketidakpastian memikirkan apakah ini akan baik-baik saja, apakah ini akan kembali normal
Dia pun sudah tidak peduli tentang merawat dirinya
Karena baginya, kita adalah segalanya
Sadarkah kita?
Dibalik senyuman yang selalu diberikannya, ada tangisan histeris dibalik doa-doa yang dia panjatkan
Ada permohonan kepada Tuhan agar dirinya bertukar posisi dengan kita
Karena dia tidak tega melihat kondisi kita
Pernahkah terbayang oleh kita?
Bagaimana keadaannya apabila doa tersebut dikabulkan?
Apabila kondisi kita yang sakit ditukar dengan ibu kita yang semakin renta dan rapuh?
Yakinkah kita bisa semampu ibu kita untuk merawatnya apabila doa tersebut dikabulkan?
Lelah sehabis pergi main saja kita mengeluh
Pernahkah terbayangkan oleh kita, lelah yang menumpuk di diri ibu kita demi merawat kita hingga sembuh?
Dan yang lebih parahnya lagi
Setelah kita sembuh, kita bahkan tidak mengucapkan terimakasih sedikitpun
Kita langsung asik dengan kegiatan kita, melupakan ibu kita begitu saja
Melupakan segala upaya yang telah diberikan
Yang belum tentu bisa kita lakukan apabila kondisi telah berbalik
Tapi pernahkah ibu kita protes?
Sayangnya, dia tidak pernah protes.

Ibu
Sosok manusia paling tulus yang pernah ada
Walau tidak pernah mendapat balasan (bahkan tidak pernah mengharapkan balasan), tetapi dirinya selalu memberi
Entah rasa kasih sayang seorang ibu itu sebesar apa
Aku tidak bisa membayangkannya

Satu sosok ibu bisa merawat seisi rumah
Namun seisi rumah belum tentu bisa merawat sesosok ibu

Ah, jika untuk membahas jasa seorang ibu saja, ku rasa sepanjang apapun lahan kosong untuk menulis tetap tidak akan cukup
Karena jasanya memang sebanyak itu, tidak terhingga
Sama dengan kasih sayangnya, tidak terhingga

Sudahkah kita membalas jasa ibu kita?
Sudahkah kita berterima kasih kepada ibu kita?

Selamat Hari Ibu, Ma.
Aku sayang Mama.
:)

Leave a Reply